Skip to main content

Posts

Featured

Api Kemarahan, Luka Penyesalan

Rian dikenal sebagai sosok yang mudah terpancing emosi. Suatu hari, di tengah rapat penting di kantor, sebuah komentar kecil mengenai kesalahan kerja memicu kemarahannya. Tanpa berpikir panjang, Rian meledak—kata-kata tajamnya menghujam rekan-rekannya di depan semua orang. Suasana rapat pun seketika berubah mencekam, dan Rian merasa dirinya berada di puncak kekuasaan, seakan benar dalam segala hal. Namun, ketika malam tiba dan sunyi menyelimuti ruang kerjanya yang kini terasa hampa, perasaan hangat kemarahan berganti dingin oleh penyesalan. Di balkon apartemennya, ia termenung sambil menatap bintang-bintang yang redup. Kata-kata kasar yang terlanjur terucap terus menghantui pikirannya—ia telah melukai hati orang-orang yang selama ini ia hargai. Rian menyadari, amarah yang membakar itu telah meninggalkan bekas luka yang mendalam, bukan hanya pada dirinya, tetapi juga pada hubungan yang telah dibangun selama bertahun-tahun. Keesokan harinya, dengan hati yang penuh kegundahan, Rian menc...

Latest Posts

Bayang-Bayang Iri Hati

Kenangan Kabut Pagi

Jejak Hujan di Kota Kecil

Pesan di Balik Debu Waktu